Rabu, 24 Desember 2008

Si Kuning Multikhasiat


Siapa yang tidak kenal kunyit? Di Jawa sebutannya kunir; Sunda, koneng; Madura, konyet. Rimpang berwarna kuning itu banyak digunakan ibu rumah tangga sebagai bumbu masak. Di Eropa kunyit dipakai sebagai bahan baku kosmetik dan pewarna makanan. Di sini, tanaman asal India itu mudah dijumpai. Ia tumbuh liar nyaris tanpa perawatan di pekarangan atau kebun.
Tak sekadar bumbu masak, Curcuma domestica juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Hal tersebut telah dibuktikan secara farmakologi. Uji coba dilakukan pada tikus yang dibuat menderita luka lambung. Hasilnya, pemberian secara oral ekstrak kunyit dengan dosis 500 mg/kg bobot tubuh menghambat sekresi getah lambung dan melindungi mukosa usus duabelas jari terhadap luka.

Antiradang
Ekstrak kunyit memberikan perlindungan maksimal terhadap zat perusak sel seperti HCl 0,6 M, NaOH 0,2 M, atau NaCl 25%. Khamin chan- sebutan popular di Thailand-itu menunjukkan aktivitas antitukak terhadap HCl kadar tinggi, aspirin, atau stress hipotermik.
Pemeriksaan secara periodic menggunakan endoskup pada penderita tukak lambung menunjukkan kesembuhan. Ia mengonsumsi 500 mg serbuk rimpang kunyit selama 3 bulan berturut-turut. Mual dan nyeri pada lambung sirna. Tidak ada efek samping yang merugikan selama pengobatan. Namun, konsumsi berlebihan-1.000 mg/kg bobot tubuh malah membuat tukak lambung semakin parah. Itu karena lambung tidak lagi memproduksi lendir.
Kunyit juga mujarab mengatasi peradangan. Itu dibuktikan pada tikus. Pemberian ekstrak akuatik kunyit, dosis 40mg/kg bobot tubuh setara dengan aktivitas antiradang seperti indometasin dosis 5mg/kg bobot tubuh. Namun, pemberian serbuk atau jus kunyit secara oral tidak menunjukkan khasiat antiradang. Minyak asiri kunyit juga berkhasiat sebagai antiradang.
Anggota famili Zingiberaceae itu dapat meningkatkan pembentukan getah empedu, meredakan kejang perut, dan menurunkan kadar kolesterol darah. Manfaat lain melindungi hati dari zat-zat toksik, mengurangi pembentukan gas dalam usus, dan antibakteri.

Komponen utama
Aroma harum dan rasa khas pada rimpang berasal dari kendungan zat asiri. Di dalamnya terdapat zat monoterpena dan seskuiterpena, meliputi zingiberena, kurkumena, a-turmerona, dan b-turmerona. Rimpang kunyit mengandung zat warna kurkuminoid yang merupakan campuran kurkumin, monodesmetoksikurkumin.
Kunyit tumbuh subur baik di dataran rendah, 90 m dpl, hingga dataran tinggi 2.000 m dpl. Ia memiliki batang semu dan basah. Daunnya mirip pelepah pisang tetapi ujungnya lebih membulat. Rimpangnya bercabang banyak dengan kulit luar berwarna jingga kecokelatan. Mengingat banyak sekali manfaat untuk kesehatan kini kunyit sepatutnya dilestarikan. (Djoko Hargono, pemerhati obat alam, mantan direktur Obat Tradisional Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan)

(dikutip dari: Trubus 411, hal 32)

Rabu, 17 Desember 2008

Pengertian Penyakit Saluran Kencing

Apakah penyakit batu itu?
Batu yang terletak di sepanjang saluran kencing yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.
Bagaimana gejala panyakit batu saluran kencing itu?
Nyeri pinggang yang menjalar ke perut bagian depan atau lipat paha, kadang-kadang diserta air seni berwarna kemerahan, atau nyeri pada waktu akhir kencing.
Mengapa seorang dapat menderita batu saluran kencing?
Seorang dapat menderita batu saluran kencing jika terdapat factor penunjangnya salah satunya kurang minum yang mengakibatkan konsentrasi zat pembentuk batu dalam air seni menjadi lebih pekat sehingga dapat mudah terbentuk batu.
Factor penunjang lainnya :
 Riwayat keluarga yang menderita batu saluran kencing.
 Memakan makanan yang mengandung banyak kalsium atau oksalat (coklat, kacang, teh, cola).
 Penyakit gout (peningkatan kadar asam urat darah).
 Pernah menderita batu saluran kencing atau sering menderita infeksi saluran kencing.
 Sumbatan pada saluran kencing.
Pemeriksaan apa yang bisa dilakukan oleh dokter untuk mengetahuinya?
 Riwayat penyakit
 Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang :
 Pemeriksaan darah dan urine
 USG ginjal dan kandung kemih.
 Foto roentgen perut dan pyelografi Intravena (IVP).

Manfaat Jeruk Nipis


Air jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang terasa asam dapat digunakan sebagai minuman dan campuran masakan atau minuman lain, seperti jamu. Hal ini karena jeruk nipis tak hanya bisa menjadi minuman yang menyegarkan, namun juga mengandung khasiat obat. Jeruk nipis banyak mengandung air dan vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu juga mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehit, nnildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C yang bermanfaat.
Bagi perokok, jeruk nipis yang asam ini dapat membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut. Jeruk nipis dapat dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tidak teratur, difteri, jerawat, pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa buah jeruk nipis bermanfaat untuk mencegah kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Menurut laporan tersebut, mengonsumsi jeruk nipis dapat mencegah timbulnya batu ginjal. Hal ini diakui oleh Kepala Instalasi Renal RS Dr Sardjito, Yogyakarta, Prof DR Mochammad Sja’bani. Pada penelitian tersebut diketahui bahwa jeruk nipis banyak mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Dikatakan bahwa sitrat jeruk nipis lokal (Citrus aurantifolia swingle yang bulat) 10 kali lebih besar dibanding sitrat pada jeruk keprok, atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram.
Pada umumnya sitrat dalam air kemih penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari. Maka mengkonsumsi jeruk nipis lebih bagus sesaat setelah makan malam. Perasan air jeruk nipis yang dikonsumsi setelah makan malam dilaporkan tak menimbulkan keluhan lambung. Pencegahan penyakit ini perlu, sebab jenis ini ditemukan pada sekitar 80% penderita batu ginjal. Namun upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi garam atau makanan asin, memberi asupan kalsium yang cukup, dan mengonsumsi protein rendah fosfat.
Dikutip dari: (Buku cetakan dari Rumah Sakit Yasmin Banyuwangi)

Sirih Sebagai Deodoran


Sebagai tanaman budidaya, sirih mempunyai banyak varietas. Sirih jawa misalnya, yang daunnya berukuran sedang (15 cm) berwarna hijau. Kemudian sirih kuning Sumatra, dan sirih hitam Maluku.
Varietas yang banyak dijual adalah sirih Jawa yang berwarna hijau tua. Warna sirih Jawa ini memang bisa berubah-ubah, bergantung pada tempat tumbuh dan pupuk yang digunakan.
Kalau ditanam di tempat matahari terik, warna daunnya kekuning-kuningan dan terasa pedas. Rasa pedas ini disebabkan oleh kadungan fenol yang lebih pekat akibat penguapan air dari daun lebih intensif. Jika tumbuh di tempat yang teduh, daunnya hijau segar karena banyak mengandung klorofil agar dapat berfotosintesis di tempat yang kurang sinar matahari, dan tidak pedas.
Jika dipupuk dengan kotoran ayam, warna daun menjadi kuning muda, tidak diketahui sebabnya. Sedangkan dipupuk dengan kotoran kuda, sapi atau kerbau, warnanya lebih kuning dengan hijau samar-samar.
Daun sirih juga mengandung chavicol (di samping fenol) yang antiseptic, dan allyl-pyrocathecin yang juga antiseptic, yang dapat digunakan untuk menghilangkan bau badan yang disebabkan oleh bakteri dan kuman.
Selain menumpas kuman, bau senyawa dari daun sirih itu juga enak, sehingga alilpirokatekin dalam bentuk metilen eter-nya dipakai dalam industri kosmetika sebagai pengharum sabun dan deodorant.
Untuk penggemar jamu tradisional, daun sirih dipakai dalam bentuk bahan mentah saja. Lima helai daun sirih segar direbus dalam dua gelas air, kemudian dididihkan sampai airnya tinggal satu gelas. Sesudah disaring, air rebusannya diminum sekali sehari. Pemakaian yang tidak rutin harus dilakukan berkali-kali agar tampak hasilnya.sesudah kurun waktu tertentu tubuh akan menjadi netral dan tidak bau lagi.

(dikutip dari: Trubus)

Formula 3 Buah Setengah Menit dan Formula 3 Buah Setengah Jam



Banyak manula yang bisa meninggal mendadak di malam atau di pagi hari, bagaimana ini bisa terjadi? Seorang manula yang bangun tidur tengah malam ingin buang air, ia melakukannya terlampau cepat, ia turun dari ranjang secara tiba-tiba, dan aduh, otak kekurangan darah, tekanan darah sangat rendah, otak yang kekurangan darah menyebabkan dia berkunang-kunang, labil dan tiba-tiba jatuh, ada yang patah tulang, ada yang tiba-tiba jantungnya berhenti! Nah mengapa para ilmuwan mengajukan Formula 3 buah setengah menit? Karena dari pemantauan E.C.G pasien, didapati bahwa di siang hari E.C.G-nya normal, tapi di malam hari biasanya kekurangan darah pada otot jantung dan tiba-tiba mengkerut, mengapa demikian? Karena ketika ia tiba-tiba bangun tidur, mendadak tensi darahnya menurun, otak kekurangan darah dan jantung berhenti.
Maka para ilmuwan menggunakan Formula 3 buah setengah menit:
o Ketika terjaga, jangan segera turun ranjang, Rebahlah dulu kira-kira setengah menit.
o Lalu duduk di ranjang setengah menit.
o Kemudian baru turunkan kedua kaki di kaki ranjang selama setengah menit.
Nah, dengan melewati 3 buah setengah menit, tanpa buang sepeserpun, kekurangan darah pada otak akan terhindar, jantung bekerja normal, menghilangkan kemungkinan jatuh & patah tulang, serangan jantung dan stroke!
Tiga buah setengah jam adalah:
 Setiap pagi bangun tidur, berolahraga selama setengah jam; baik itu Tai Chi, lari-lari pagi dengan jarak tidak kurang dari 3 Km atau olahraga lain yang cocok.
 Tengah hari, tidur siang setengah jam. Dengan tidur siang setengah jam maka bekerja di siang dan sore akan penuh semangat, terutama pada manula, lebih-lebih memerlukan tidur siang, sebab manula biasa tidur tidak terlampau malam dan bangun pagi sekali, jadi memerlukan sedikit istirahat di tengah hari.
 Sore hari setelah makan malam, berjalan-jalanlah pelan-pelan (slow walk) selama setengah jam, dengan demikian para manula dapat tidur dengan nyenyak, dapat mengurangi kemungkinan terjadinya Myocardial Necrosis dan tensi tinggi.

(Dikutip dari: “Pesona Studio” hal.4)